Berita Harga USD/IDR: Rupiah Berjuang Didukung oleh Data Perdagangan Indonesia yang Optimis Mendekati $14.200
- USD/IDR mundur menuju terendah bulanan setelah tren turun dua hari.
- Neraca Perdagangan Indonesia, Impor dan Ekspor semua menampilkan angka yang menggembirakan untuk bulan Oktober.
- DXY mengikuti imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih lemah untuk mundur dari tertinggi 16 bulan.
USD/IDR membalik kenaikan intraday, turun kembali ke $14.195 menjelang sesi Asia hari ini. Pasangan Rupiah (IDR) baru-baru ini menyaksikan tekanan turun menyusul angka perdagangan yang lebih kuat dari negara Asia.
Neraca Perdagangan Indonesia melonjak melewati $4,37 miliar menjadi $5,74 miliar pada bulan Oktober sedangkan Impor dan Ekspor juga naik melampaui rilis sebelumnya masing-masing sebesar 40,31% dan 47,64% menjadi 51,06% dan 53,35%.
Yang juga positif untuk IDR adalah obrolan terbaru tentang data Tiongkok yang optimis dan pembicaraan Tiongkok-Amerika.
Perlu dicatat bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih lemah membebani Indeks Dolar AS (DXY) pada saat berita ini dimuat, turun 0,10% di sekitar 95,00. Alasannya bisa terkait dengan beragam kekhawatiran atas kenaikan suku bunga The Fed dan stimulus AS.
Selanjutnya, pedagang USD/IDR mungkin tetap berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia hari Kamis, diperkirakan tidak akan mengumumkan perubahan suku bunga acuan. Namun, Penjualan Ritel AS hari Selasa dapat menguji penjual.
Analisis teknis
Sampai naik kembali melampaui DMA 200, di dekat $14.350 pada saat berita ini dimuat, penurunan USD/IDR tetap dalam perjalanan ke terendah Mei di sekitar $14.090.