USD/IDR: Rupiah Tetap Merah Karena Bank Indonesia Menahan Suku Bunga

Pada  pertemuan kebijakan moneter bulan Desember pada hari ini, bank sentral Indonesia (BI), mempertahankan suku bunga repo 7 hari tidak berubah pada 5,00%, memenuhi harapan. Bank sentral bertahan untuk bulan kedua menyusul empat penurunan suku bunga berturut-turut sejak Juli.

Jajak pendapat Reuters terbaru menunjukkan bahwa dua puluh dari 22 ekonom mengharapkan BI untuk mempertahankan tingkat pembelian kembali cadangan 7 hari stabil pada 5,00%.

Gubernur bank sentral, Perry Warjiyo mencatat bahwa pertumbuhan PDB Q4 Indonesia terlihat didukung oleh konsumsi, pengeluaran fiskal.

Komentar tambahan

Pertumbuhan PDB Q4 terlihat membaik, pertumbuhan 2019 terlihat sekitar 5,1%.

Pertumbuhan ekonomi 2020 terlihat pada 5,1% -5,5%.

Defisit Transaksi berjalan terlihat masih terkendali meskipun defisit perdagangan November sebesar $1,3 miliar.

2019 Defisit Transaksi Berjalan terlihat pada 2,7% dari PDB.

2020 Defisit Transaksi Berjalan terlihat pada 2,5% -3% dari PDB.

Rupiah diperkirakan akan tetap stabil.

Inflasi Y/Y pada akhir 2019 terlihat di sekitar 3,1%.

Inflasi Y/Y 2020 terlihat dalam kisaran target 2% -4%.

Transmisi kebijakan moneter ke suku bunga bank berlanjut tetapi belum optimal.

Untuk terus memastikan pasar memiliki likuiditas yang cukup.

Tingkatkan keputusan yang konsisten dengan upaya untuk menahan inflasi dan mendukung pertumbuhan PDB.

Memantau ekonomi domestik dan global dalam memanfaatkan ruang untuk bauran kebijakan akomodatif.

Karena status-quo oleh bank sentral Indonesia, Rupiah Indonesia (IDR) tetap tertekan terhadap mata uang Amerika, membuat USD/IDR menjauh dari posisi terendah tiga hari. Pada saat penulisan, spot diperdagangkan +0,16% pada 13.993.

BoJ: Tidak Ada Kejutan – Danske Bank

Analis Danske Bank mengatakan bahwa sesuai ekspektasi, BoJ mempertahankan QQE dengan kontrol kurva imbal hasil tidak berubah pada pertemuan yang berak
আরও পড়ুন Previous

Menperindag China: China, Tim Perdagangan AS Menjalin Komunikasi yang Erat Pada Penandatanganan Kesepakatan Tahap Satu

Komentar baru melintas dari Kementerian Perdagangan China tentang masalah perdagangan, mengutip bahwa China dan tim perdagangan AS menjaga komunikasi
আরও পড়ুন Next