WTI jatuh mendekati $62,00 di tengah harapan yang meningkat untuk perdamaian Ukraina-Rusia

  • WTI melemah seiring meredanya kekhawatiran pasokan, didukung oleh sinyal positif dari kemungkinan resolusi Ukraina-Rusia.
  • Trump dan Zelenskyy mengungkapkan harapan bahwa pertemuan hari Senin akan membuka peluang untuk pembicaraan trilateral dengan Putin.
  • Harga minyak mungkin akan menguat seiring data AS terbaru mendukung argumen untuk penurunan suku bunga Fed di bulan September.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 0,5%, diperdagangkan di sekitar $62,10 per barel selama perdagangan sesi Eropa pada hari Selasa. Harga minyak mentah kehilangan pijakan di tengah meredanya kekhawatiran pasokan, didorong oleh sinyal positif menuju kemungkinan resolusi perang Ukraina-Rusia, yang dapat mengarah pada berakhirnya sanksi terhadap ekspor energi Rusia.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy keduanya berharap bahwa pertemuan hari Senin akan pada akhirnya mengarah pada pembicaraan tiga arah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump memposting di media sosial, mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan pemimpin Rusia dan mulai mengatur pertemuan antara Putin dan Zelenskyy, yang akan diikuti oleh pertemuan trilateral dengan ketiga presiden.

Reuters mengutip Suvro Sarkar, analis energi utama di DBS Bank, yang mengatakan bahwa "Bahasa Trump mengenai sanksi sekunder terhadap importir minyak Rusia juga telah mereda, yang sebaliknya akan menimbulkan risiko gangguan terhadap pasokan minyak global. Oleh karena itu, kami percaya risiko geopolitik telah sedikit mereda untuk pasar minyak minggu ini."

Harga minyak mungkin akan mendapatkan kembali pijakannya seiring data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat (AS) mendukung argumen untuk penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di bulan September. Perlu dicatat bahwa biaya pinjaman yang lebih rendah dapat merangsang aktivitas ekonomi di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia, yang pada gilirannya dapat memberikan dukungan pada harga minyak mentah.

Alat FedWatch CME menunjukkan bahwa pasar memprakirakan 84% kemungkinan penurunan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin di bulan September. Sementara itu, perhatian kini beralih ke simposium tahunan Jackson Hole Federal Reserve yang akan berlangsung akhir pekan ini, di mana para pembuat kebijakan global akan membahas dinamika pasar tenaga kerja dan prospek kebijakan moneter. Ketua Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk memberikan pernyataan mengenai ekonomi dan sikap kebijakan bank sentral.

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Pejabat AS dan UE akan segera bekerja pada jaminan keamanan untuk Ukraina – Bloomberg

Mengutip sumber yang akrab dengan masalah tersebut, Bloomberg melaporkan pada hari Selasa bahwa para pejabat dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) dikatakan akan segera bekerja pada jaminan keamanan untuk Ukraina
আরও পড়ুন Previous

EUR: Tertinggal, tetapi dapat naik berdasarkan cerita makro – ING

EUR/CHF sempat diperdagangkan di atas 0,945 saat pasar dibuka kembali setelah akhir pekan, namun sejak itu telah kehilangan semua keuntungan dan kembali ke level 0,941 pada hari Jumat.
আরও পড়ুন Next