Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Tarif Trump dan Sinyal Dovish The Fed

  • Rupiah menguat ke Rp16.227, ditopang oleh pelemahan tipis Dolar AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, meski pasar masih cermat membaca arah kebijakan.
  • Trump menetapkan tarif impor baru mulai 1 Agustus, menyasar sektor strategis dan memicu reaksi keras dari Tiongkok, menambah tekanan pada sentimen global yang sudah rapuh.
  • Risalah rapat The Fed mengisyaratkan potensi pelonggaran moneter, namun belum ada kesepakatan waktu; pasar kini menunggu data pengangguran AS sebagai petunjuk arah berikutnya.

Di pasar mata uang, Rupiah Indonesia (IDR) tercatat menguat tipis ke level Rp16.227 terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis menjelang sesi Eropa, naik 20,7 poin atau 0,13% dibandingkan penutupan sebelumnya. Meski demikian, secara tahunan Rupiah masih mengalami depresiasi sebesar 0,73%. Penguatan ringan ini terjadi di tengah ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump dan arah suku bunga The Fed. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan global, termasuk peluang pemangkasan suku bunga serta dinamika harga komoditas yang turut memengaruhi pergerakan pasangan mata uang USD/IDR.

Dalam dua hari terakhir, Indeks Dolar AS (DXY) cenderung stabil dengan sedikit pelemahan, bergerak di kisaran 97,385, menjauh dari level tertingginya pada 8 Juli. Pola pergerakan datar dan terbentuknya beberapa candle korektif mengindikasikan fase konsolidasi, di mana pasar masih menunggu arah kebijakan berikutnya. Melemahnya Dolar ini turut menekan pasangan mata uang USD/IDR, memberikan ruang bagi Rupiah untuk menguat tipis, meskipun sentimen global masih dibayangi ketidakpastian seputar kebijakan tarif perdagangan AS dan prospek suku bunga The Fed.

Ketegangan Tarif Trump Picu Respons Tiongkok

Presiden Donald Trump kembali mengguncang arena perdagangan global dengan melayangkan surat resmi ke sejumlah negara, menetapkan tarif impor baru yang akan berlaku mulai 1 Agustus. Kebijakan ini menargetkan sektor-sektor strategis, termasuk tarif 50% untuk tembaga, aluminium, dan baja, serta usulan tarif hingga 200% bagi produk farmasi – langkah yang sempat memicu lonjakan harga tembaga di COMEX sebelum terkoreksi turun 3%.

Vietnam turut terdampak dengan tarif 20%, ditambah 40% untuk barang transshipment, khususnya yang berasal dari Tiongkok. Negeri Tirai Bambu ini merespons dengan memperingatkan akan mengambil langkah balasan terhadap negara-negara yang mengecualikannya dari rantai pasokan global.

Sebelum langkah ini, Trump telah lebih dulu menetapkan tarif 20%-30% atas impor dari negara-negara seperti Filipina, Brunei, dan Libya, serta tambahan tarif 25%-40% untuk 14 negara lain, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Seluruh kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari pengumuman sebelumnya pada acara “Hari Pembebasan” pada April lalu.

Sinyal Dovish The Fed Warnai Sentimen Global

Risalah rapat Federal Reserve tanggal 17-18 Juni mengindikasikan belum tercapainya konsensus terkait arah suku bunga. Sebagian kecil pejabat membuka kemungkinan pemangkasan paling cepat Juli, sementara mayoritas menilai langkah tersebut baru akan tepat dilakukan pada akhir tahun, dengan asumsi bahwa tekanan inflasi akibat tarif bersifat sementara. Beberapa lainnya bahkan berpendapat bahwa pemangkasan suku bunga tidak diperlukan sepanjang 2025, mengingat inflasi yang masih tinggi serta ketahanan ekonomi AS yang relatif kuat.

Meski demikian, proyeksi makroekonomi mulai menunjukkan pergeseran. Prakiraan pertumbuhan PDB riil untuk tahun 2025 direvisi lebih tinggi, sementara inflasi diprediksi lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya. Ekspektasi inilah yang turut mendorong pelemahan imbal hasil obligasi pemerintah AS, terutama setelah lelang surat utang bertenor 10 tahun mencatat permintaan yang kuat. Di tengah kehati-hatian, pasar kini bergerak dengan penuh kalkulasi, menunggu konfirmasi arah kebijakan yang lebih tegas.

Pedagang kini mencermati rilis Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan AS dan pernyataan lanjutan dari beberapa pejabat The Fed – dua elemen yang diprakirakan akan memberi arah baru bagi pasar dan menentukan seberapa kuat Rupiah bisa bertahan di tengah gelombang kebijakan global yang terus berubah.

Pertanyaan Umum Seputar Tarif

Meskipun tarif dan pajak keduanya menghasilkan pendapatan pemerintah untuk mendanai barang dan jasa publik, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Tarif dibayar di muka di pelabuhan masuk, sementara pajak dibayar pada saat pembelian. Pajak dikenakan pada wajib pajak individu dan perusahaan, sementara tarif dibayar oleh importir.

Ada dua pandangan di kalangan ekonom mengenai penggunaan tarif. Sementara beberapa berpendapat bahwa tarif diperlukan untuk melindungi industri domestik dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan, yang lain melihatnya sebagai alat yang merugikan yang dapat berpotensi mendorong harga lebih tinggi dalam jangka panjang dan menyebabkan perang dagang yang merusak dengan mendorong tarif balas-membalas.

Selama menjelang pemilihan presiden pada November 2024, Donald Trump menegaskan bahwa ia berniat menggunakan tarif untuk mendukung perekonomian AS dan produsen Amerika. Pada tahun 2024, Meksiko, Tiongkok, dan Kanada menyumbang 42% dari total impor AS. Dalam periode ini, Meksiko menonjol sebagai eksportir teratas dengan $466,6 miliar, menurut Biro Sensus AS. Oleh karena itu, Trump ingin fokus pada ketiga negara ini saat memberlakukan tarif. Ia juga berencana menggunakan pendapatan yang dihasilkan melalui tarif untuk menurunkan pajak penghasilan pribadi.


Harga Minyak Mentah Hari ini: Harga WTI Bullish pada Pembukaan sesi Eropa

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik pada hari Kamis, di awal sesi Eropa. WTI diperdagangkan di $67,36 per barel, naik dari penutupan hari Rabu di $67,32. Kurs Minyak Brent (minyak mentah Brent) juga naik, meningkat dari harga $69,61 yang tercatat pada hari Rabu, dan diperdagangkan di $69,67
Leer más Previous

Neraca Rekening Berjalan Perancis Mei Tumbuh dari Sebelumnya €-4.1B ke €-3.1B

Neraca Rekening Berjalan Perancis Mei Tumbuh dari Sebelumnya €-4.1B ke €-3.1B
Leer más Next