WTI Konsolidasikan Kenaikan Mendekati $82,00 di Tengah Harapan akan Permintaan Musim Panas yang Kuat

  • WTI berada di sekitar $82,00 di tengah melemahnya dolar AS pada hari Selasa.
  • Harapan baru akan kenaikan permintaan bahan bakar di musim panas dan risiko geopolitik mendukung harga WTI.
  • Ekspektasi bahwa The Fed akan menunda siklus pemangkasan suku bunga dapat menyeret emas hitam lebih rendah.

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di kisaran $82,00 pada hari Selasa. Kenaikan harga WTI didukung oleh harapan untuk musim panas yang kuat yang mendorong permintaan dan kekhawatiran akan pasokan minyak di tengah-tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Permintaan musim panas kemungkinan akan mendorong harga WTI lebih tinggi. JPMorgan melaporkan bahwa permintaan minyak global telah meningkat sebesar 1,4 juta bph bulan ini, didukung oleh perjalanan musim panas yang kuat di seluruh Eropa dan Asia.

Risiko-risiko geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina dapat membahayakan aliran minyak mentah dari wilayah tersebut, yang juga mendukung harga WTI. Ahli strategi komoditas senior TD Securities, Ryan McKay, mengatakan bahwa risiko-risiko pasokan kini kembali menjadi fokus karena ketegangan meningkat di perbatasan Israel-Lebanon. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa fase paling intens dari serangan terhadap Hamas di Gaza hampir berakhir, sambil menekankan bahwa perang yang lebih luas terhadap Hamas akan terus berlanjut, seperti dikutip dari CNN. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan pada hari Senin bahwa Kyiv menyerang sekitar 30 kilang, terminal, dan pangkalan minyak Rusia, tetapi tidak memberikan rentang waktu untuk serangan tersebut.

Di sisi lain, menguatnya Dolar AS (USD) dan sikap hawkish pejabat Federal Reserve (The Fed) dapat membebani emas hitam ini. Presiden Federal Reserve Bank San Francisco Mary Daly mengatakan pada hari Senin bahwa ia tidak percaya The Fed harus menurunkan suku bunga sebelum para pengambil kebijakan yakin bahwa inflasi menuju 2%. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya membebani harga WTI karena meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat mengurangi aktivitas ekonomi dan permintaan minyak

Level-Level Teknis Minyak WTI AS

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 81.46
Perubahan harian hari ini -0.12
Perubahan harian hari ini % -0.15
Pembukaan harian hari ini 81.58
 
Tren
SMA 20 Harian 77.96
SMA 50 Harian 79.16
SMA 100 Harian 79.56
SMA 200 Harian 78.95
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 81.58
Terendah Harian Sebelumnya 80.06
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 81.62
Terendah Mingguan Sebelumnya 77.56
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 81.25
Terendah Bulanan Sebelumnya 76.04
Fibonacci Harian 38,2% 81
Fibonacci Harian 61,8% 80.64
Pivot Point Harian S1 80.56
Pivot Point Harian S2 79.55
Pivot Point Harian S3 79.04
Pivot Point Harian R1 82.08
Pivot Point Harian R2 82.59
Pivot Point Harian R3 83.6

 

 

 

 

Kepercayaan Konsumen Westpac Australia Juni Tumbuh Dari Sebelumnya -0.3% Ke 1.7%

Kepercayaan Konsumen Westpac Australia Juni Tumbuh Dari Sebelumnya -0.3% Ke 1.7%
Leer más Previous

PBOC Tetapkan Kurs Tengah USD/CNY pada 7,1225 versus 7,1201 Sebelumnya

People's Bank of China (PBoC) menetapkan kurs tengah USD/CNY untuk sesi perdagangan hari Selasa di 7,1225, dibandingkan dengan penetapan hari sebelumnya di 7,1201 dan 7,2587 estimasi Reuters.
Leer más Next