Penjualan Ritel Indonesia untuk Bulan April Kontraksi ke -2,7% versus 9,3% pada Bulan Sebelumnya

Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan April tercatat di -2,7%, jauh di bawah 9,3% yang terlihat pada bulan sebelumnya, seperti yang dilaporkan oleh Bank Indonesia (BI). Angka ini merupakan penurunan pertama sejak Mei 2023 karena belanja konsumen menurun pasca bulan puasa Ramadhan.

Menurut laporan BI, kontraksi lebih yang dalam tertahan oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang mencatatkan pertumbuhan positif. Secara bulanan, penjualan ritel tercatat tumbuh 0,4% (bulan-ke-bulan) terutama didorong oleh Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau sejalan dengan kegiatan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri

Reaksi Pasar terhadap Penjual Ritel Indonesia

USD/IDR mengalami pelemahan ke 16.295 setelah rilis data tersebut pada saat berita ini ditulis.

 

USD/INR tetap Stabil di Tengah Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS dan Spekulasi Penurunan Suku Bunga the Fed

Rupee India (INR) tetap datar di hari Selasa meskipun Dolar AS (USD) menguat. Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan spekulasi yang lebih rendah pada penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari prakiraan mengangkat Greenback untuk saat ini. Meskipun begitu, harga minyak mentah yang lebih rendah dan meredanya ketidakpastian politik di sekitar pemilihan umum India dapat mendukung INR dan membatasi kenaikan pasangan mata uang ini. Selain itu, Reserve Bank o
Mehr darüber lesen Previous

USD/IDR Sedikit Melemah, Mendorong Rupiah ke 16.295 setelah Rilis Data Penjualan Ritel Indonesia

Pasangan USD/IDR sempat kembali memasuki area di atas 16.300 pada pagi ini, dan diperdagangkan turun dari harga pembukaannya di 16.302 ke 16.295 setelah rilis Penjualan Ritel Indonesia.
Mehr darüber lesen Next