Pound Sterling Memanfaatkan Pelemahan Dolar AS dan Ketidakpastian Penurunan Suku Bunga BoE

  • Pound Sterling bergerak lebih tinggi seiring melemahnya Dolar AS meskipun taruhan pada penurunan suku bunga The Fed mereda.
  • Prospek ekonomi AS yang membaik telah membebani prospek penurunan suku bunga The Fed di September.
  • Penjualan Ritel dan IMP pendahuluan Inggris melemah karena kebijakan suku bunga BoE yang ketat.

Pound Sterling (GBP) naik mendekati 1,2750 terhadap Dolar AS (USD) di sesi perdagangan London hari Senin. Pasangan GBP/USD tetap kuat karena taruhan yang mendukung Bank of England (BoE) untuk menurunkan suku bunga mulai pertemuan bulan Juni telah berkurang karena penurunan inflasi konsumen Inggris untuk bulan April yang lebih lambat dari prakiraan. 

Para ekonom memprakirakan inflasi umum Inggris akan turun ke 2,1% tahunan di April namun melambat ke 2,3% dari sebelumnya 3,2%. Selain itu, penurunan nominal pada inflasi jasa di Inggris memperdalam kekhawatiran akan berlanjutnya inflasi dalam jangka waktu yang lebih lama. Inflasi jasa Inggris sedikit melambat ke 5,9% dari sebelumnya 6,0%. Inflasi jasa yang ketat di Inggris masih menjadi hambatan utama bagi kembalinya tekanan harga ke tingkat objektif 2%.

Namun, indikator-indikator ekonomi lainnya, seperti Penjualan Ritel dan laporan Indeks Manajer Pembelian (IMP) pendahuluan untuk bulan Mei, mengindikasikan bahwa perekonomian Inggris kesulitan untuk menyerap konsekuensi dari suku bunga BoE yang lebih tinggi. Penjualan Ritel turun secara signifikan karena curah hujan mengurangi kunjungan konsumen ke toko-toko ritel. IMP Komposit S&P Global/CIPS bulan Mei terseret ke bawah karena penurunan tajam dalam permintaan di sektor jasa.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Menunjukkan Kekuatan Terhadap Dolar AS

  • Pound Sterling tetap kuat terhadap Dolar AS dalam sesi perdagangan bervolume tipis karena hari libur di pasar Inggris dan Amerika Serikat (AS) masing-masing karena Libur Bank Musim Semi dan Hari Pahlawan. Meskipun aktivitas perdagangan diprakirakan akan tetap tenang, pergerakan yang tidak terduga akibat munculnya peristiwa-peristiwa global dapat memicu pergerakan terarah yang tajam karena lebih sedikit pelaku pasar yang akan kesulitan untuk menyerap order yang tidak terduga.
  • Prospek jangka pendek pasangan GBP/USD tetap kuat karena Dolar AS berada di bawah tekanan meskipun para pedagang mengurangi taruhan yang mendukung penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dari level-level saat ini pada pertemuan bulan September. FedWatch tool dari CME menunjukkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September telah berkurang menjadi 49% dari 63% yang tercatat pada minggu lalu, mengindikasikan bahwa kepercayaan investor terhadap penurunan suku bunga The Fed telah didorong ke pertemuan bulan November. 
  • Spekulasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed mulai September telah mereda karena para pengambil kebijakan mempertahankan pedoman hawkish pada  suku bunga dan perbaikan prospek ekonomi AS. Para pejabat The Fed ingin melihat penurunan inflasi selama berbulan-bulan untuk memastikan bahwa inflasi akan kembali ke tingkat yang diinginkan yaitu 2%. Para pejabat kurang yakin perlambatan inflasi di bulan April akan berlangsung lama.
  • Mengingat kekuatan pasar tenaga kerja AS, para pejabat The Fed yakin bahwa mereka dapat mempertahankan kerangka suku bunga saat ini untuk jangka waktu yang lebih lama. Sementara itu, laporan IMP pendahuluan AS yang mengejutkan dan optimis pada bulan Mei juga menunjukkan gambaran yang kuat pada prospek perekonomian.
  • Minggu ini, spekulasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed akan dipengaruhi secara signifikan oleh data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti untuk bulan April, yang akan dipublikasikan pada hari Jumat. Perlambatan pada Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan April setelah kuartal pertama yang panas mengindikasikan bahwa angka inflasi PCE inti juga mungkin tetap lemah dibandingkan sebelumnya.

Analisis Teknis: Pound Sterling Tampaknya Mapan di Atas Retracement Fibo 61,8%

GBPUSD
Pound Sterling diperdagangkan dekat tertinggi Jumat di sekitar 1,2750. Pasangan GBP/USD kemungkinan akan melanjutkan kenaikan di atas tertinggi mingguan di dekat 1,2760 karena prospeknya bullish. Daya tarik Cable tetap tinggi karena telah kokoh di atas retracement Fibonacci 61,8% (diplot dari tertinggi 8 Maret di 1,2900 ke terendah 22 April di 1,2300) di 1,2667.

Cable diprakirakan akan tetap berada dalam lintasan bullish karena semua Exponential Moving Average (EMA) jangka pendek hingga jangka panjang miring ke atas, mengindikasikan tren naik yang kuat.

Relative Strength Index (RSI) 14-periode telah bergeser ke kisaran bullish 60,00-80,00, mengindikasikan bahwa momentumnya cenderung ke atas.

IHSG Memulai Minggu Baru degan Merah, Uang Beredar Indonesia Tumbuh 6,9%

IHSG ditutup di 7.176,42, turun 0,64% hari ini. Indeks dibuka di 7.219,88, naik ke tertinggi hari 7.256,18 pada satu jam pertama pembukaan hanya untuk kemudian turun sepanjang hari dan mencatatkan terendah hari di 7.171,48.
Đọc thêm Previous

EUR/JPY Menguat di Atas 170,00 karena ECB Masih Belum Yakin dengan Pendekatan Penurunan Suku Bunga Setelah Juni

Pasangan EUR/JPY mempertahankan level psikologis 170,00 di sesi Eropa hari Senin. Pasangan mata uang ini tetap kuat karena para investor khawatir terhadap bagaimana European Central Bank (ECB) akan melakukan pendekatan penurunan suku bunga setelah pertemuan bulan Juni.
Đọc thêm Next