IMF: Pertumbuhan Tiongkok Diprakirakan Melambat ke 5,2% di Tahun 2023, 4,6% di Tahun 2024, 4,1% di Tahun 2025

Dana Moneter Internasional (International Monetary FundIMF) mengatakan dalam laporan terbarunya yang diterbitkan pada hari Selasa bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok diprakirakan akan melambat pada tahun 2023 dan dua tahun mendatang.

Kutipan-Kutipan Utama

Asia Pasifik menuju 'pendaratan lunak' dengan disinflasi yang cepat dan pertumbuhan yang tangguh.

Pertumbuhan Asia Pasifik 2024 terlihat melambat ke 4,5%, lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya.

Pertumbuhan Asia Pasifik 2023 sebesar 5%, lebih kuat dari prakiraan sebelumnya.

Risiko jangka pendek secara umum seimbang, pertumbuhan diprakirakan melambat dalam jangka menengah.

Pertumbuhan Asia Pasifik 2025 terlihat melambat lebih lanjut ke 4,3%.

Pertumbuhan Tionkok diprakirakan melambat; 5,2% pada 2023, 4,6% pada 2024, 4,1% pada 2025.

Risiko-risiko yang dihadapi kawasan ini antara lain koreksi sektor properti Yiongkok, guncangan harga komoditas, gangguan perdagangan akibat konflik.

Artikel Terkait

IMP Manufaktur Caixin Tiongkok di Bulan April Naik ke 51,4 versus 51,0 yang Diprakirakan

Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (IMP) Caixin Tiongkok naik menjadi 51,4 di bulan April, dibandingkan dengan ekspansi 51,1 yang terlihat di bulan Maret, menurut data terbaru yang dirilis hari Selasa.
مزید پڑھیں Previous

Yen Jepang Turun Kembali Mendekati 157,00 terhadap USD

Yen Jepang (JPY) melakukan pemulihan dalam perdagangan harian yang kuat pada hari Senin dan menguat lebih dari 550 poin terhadap mata uang Amerika, menyusul penurunan awal di bawah level psikologis 160,00 untuk pertama kalinya sejak April 1990. Para pedagang mengutip intervensi oleh otoritas Jepang untuk pertama kalinya dalam 18 bulan terakhir sebagai pemicu pemulihan yang kuat pada JPY di tengah likuiditas yang relatif tipis karena hari libur nasional. Hal ini, bersama dengan munculnya aksi jual Dolar AS (
مزید پڑھیں Next