AUD/USD Turun ke Area 0,6525, Level Terendah Harian Baru karena Pedagang Menunggu Data Perdagangan Tiongkok

  • AUD/USD berada di bawah tekanan jual baru dan mengikis sebagian kenaikan semalam.
  • Berkurangnya spekulasi penurunan suku bunga the Fed, bersama dengan geopolitik, mendukung USD dan menyeret harga-harga spot lebih rendah.
  • Data perdagangan Tiongkok, indeks sentimen konsumen AS, dan komentar The Fed akan memberi dorongan baru.

Pasangan AUD/USD bertemu dengan pasokan baru selama sesi Asia pada hari Jumat dan mengikis sebagian dari pergerakan yang bagus dalam perdagangan harian pada hari sebelumnya dari level psikologis 0,6500. Harga spot saat ini diperdagangkan di sekitar area 0,6530-0,6525, meskipun penurunan tampak tertahan di tengah isyarat fundamental yang beragam.

South China Morning Post melaporkan bahwa Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang akan mengunjungi Australia pada bulan Juni. Hal ini dipandang sebagai tanda membaiknya hubungan antara Australia dan Tiongkok, yang pada gilirannya dipandang mendukung AUD/USD. Namun, setiap pergerakan apresiasi yang berarti untuk pasangan AUD/USD tampaknya sulit setelah sentimen bullish yang mendasari Dolar AS (USD), didukung oleh ekspektasi Federal Reserve (The Fed) yang hawkish.

Angka inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari prakiraan yang dirilis pada hari Rabu memaksa investor untuk menunda taruhan mereka tentang waktu penurunan suku bunga pertama ke bulan September dari bulan Juni. Prospek ini membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi, yang, bersama dengan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, membantu USD untuk tetap bertahan di dekat puncak YTD. Hal ini, pada gilirannya, dapat terus menjadi penghalang bagi pasangan AUD/USD dan memerlukan kewaspadaan para pembeli.

Para pelaku pasar saat ini menanti rilis data neraca perdagangan Tiongkok, yang mungkin akan mempengaruhi Dolar Australia (AUD) yang merupakan mata uang proksi Tiongkok. Kemudian selama awal sesi Amerika Utara, Indeks Sentimen Konsumen Michigan awal dan pidato dari anggota FOMC yang berpengaruh akan mendorong permintaan USD, yang pada gilirannya akan mendorong pasangan AUD/USD. Namun demikian, harga spot tampaknya siap untuk mencatat penurunan mingguan, meskipun bertahan di atas swing low bulanan, di sekitar area 0,6480 yang disentuh pada 1 April.

 

Harga Emas Berada di Dekat Puncak Tertinggi Sepanjang Masa, Mengincar Angka $2.400 di Tengah Risiko Geopolitik

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan tren naik yang telah terbentuk baru-baru ini dan naik ke kisaran $2.400, atau level tertinggi baru sepanjang masa selama sesi Asia pada hari Jumat. Para investor tetap khawatir dengan risiko eskalasi ketegangan geopolitik lebih lanjut di Timur Tengah, yang pada gilirannya dipandang sebagai faktor kunci yang menguntungkan logam mulia safe haven. Selain itu, ekspektasi bahwa bank-bank sentral utama akan memangkas suku bunga tahun ini menambah dukungan pada logam mulia yang tid
Mehr darüber lesen Previous

WTI Bertahan di Bawah $85,50 di Tengah Kekhawatiran Inflasi

Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $85,00 pada hari Jumat. Emas hitam melemah pada hari ini karena inflasi yang tinggi mengurangi ekspektasi untuk penurunan suku bunga AS tahun ini. Meskipun begitu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat membatasi penurunan harga WTI dalam waktu dekat.
Mehr darüber lesen Next