Harga Emas Berosilasi Tepat di Bawah Kisaran Batas Atas di $2.200, Potensi Bullish Tampaknya Masih Ada

  • Harga emas gagal memanfaatkan kenaikan mingguan yang tercatat selama tiga hari terakhir.
  • Pernyataan hawkish Waller dari The Fed semalam bertindak sebagai penghalang bagi XAU/USD.
  • Penurunan tampak terbatas karena para pedagang menunggu lebih banyak isyarat mengenai jalur penurunan suku bunga The Fed.

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan perjuangannya untuk menembus angka $2.200 dan berosilasi dalam kisaran selama sesi Asia pada hari Kamis. Pernyataan hawkish semalam dari Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengurangi harapan penurunan suku bunga dan mendorong Dolar AS (USD) kembali mendekati level tertinggi bulanan. Hal ini, pada gilirannya, dipandang sebagai faktor kunci yang menghalangi logam kuning yang tidak memberikan hasil, meskipun penurunan yang berarti tampaknya sulit karena para pedagang menunggu lebih banyak isyarat tentang jalur kebijakan The Fed sebelum menempatkan taruhan terarah yang baru.

Pekan lalu, The Fed memproyeksikan kebijakan moneter yang tidak terlalu ketat ke depannya dan mengindikasikan bahwa mereka tetap berada di jalur yang tepat untuk memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin pada tahun 2024. Meskipun demikian, data makro AS yang masuk menunjukkan bahwa ekonomi berada dalam kondisi yang baik dan menunjukkan inflasi yang masih tinggi, yang seharusnya memungkinkan The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Oleh karena itu, rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada hari Jumat akan memengaruhi ekspektasi tentang jalur penurunan suku bunga The Fed, yang akan mendorong USD dan memberikan dorongan baru untuk harga Emas.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Berjuang untuk Memikat Pembeli di Tengah Isyarat Fundamental yang Beragam

  • Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengatakan pada hari Rabu bahwa ia tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga setelah pembacaan inflasi yang lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir, mendorong Dolar AS dan membatasi kenaikan harga Emas.
  • Namun, Waller mencatat bahwa ekspektasi kemajuan lebih lanjut dalam menurunkan inflasi akan tepat bagi The Fed untuk mulai memangkas suku bunga akhir tahun ini, yang dipandang sebagai penarik bagi logam kuning yang tidak menghasilkan.
  • Terlebih lagi, the Fed pekan lalu memproyeksikan tiga kali penurunan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada akhir tahun ini, dan pasar saat ini memprakirakan peluang yang lebih besar untuk langkah pertama pada pertemuan kebijakan moneter FOMC bulan Juni.
  • Selain itu, risiko geopolitik yang berasal dari perang Rusia-Ukraina yang berlarut-larut dan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah akan membantu membatasi penurunan korektif yang berarti untuk logam mulia safe haven.
  • Para pedagang saat ini menanti data ekonomi AS hari Kamis – yang menampilkan rilis final PDB kuartal keempat, Klaim Pengangguran Awal Mingguan, Penjualan Rumah Tertunda, dan Indeks Sentimen Konsumen Michigan yang telah direvisi.

Analisis Teknis: Harga Emas perlu Menemukan Penerimaan di Atas $2.200 agar Pembeli dapat Kembali Memegang Kendali

Dari perspektif teknis, pergerakan harga dalam kisaran yang disaksikan selama dua pekan terakhir dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi bullish dengan latar belakang reli yang meledak sejak awal bulan ini. Selain itu, osilator pada grafik harian bertahan dengan nyaman di wilayah positif dan mendukung prospek terobosan ke atas. Beberapa aksi beli lanjutan di atas level $2.200 akan menegaskan kembali pengaturan konstruktif dan memungkinkan harga Emas menguji ulang rekor tertinggi, di sekitar area $2.223 yang disentuh pekan lalu.

Di sisi lain, setiap penurunan korektif saat ini tampaknya menemukan beberapa dukungan di dekat level terendah swing semalam, di sekitar area $2.173 menjelang zona $2.164-2.163. Hal ini diikuti oleh ujung bawah kisaran perdagangan jangka pendek, di sekitar area $2.146-2.145, yang jika ditembus dapat mendorong penjualan teknis yang agresif. Harga Emas kemudian dapat mempercepat penurunan ke support berikutnya yang relevan di dekat area $2.128-2.127 dalam perjalanan menuju angka bulat $2.100. Level ini akan bertindak sebagai basis yang kuat, yang jika ditembus akan menunjukkan bahwa XAU/USD telah mencapai puncaknya dalam waktu dekat.

Dolar Australia Terus Naik setelah Memangkas Penurunan di Tengah Melemahnya Penjualan Ritel Australia

Dolar Australia (AUD) berhasil memulihkan penurunan dalam perdagangan harian dan melanjutkan kenaikannya pada hari Kamis. Tantangan tetap ada untuk pasangan AUD/USD karena Ekspektasi Inflasi Konsumen dan angka Penjualan Ritel yang lebih lemah dari Australia. Faktor-faktor ini meningkatkan ekspektasi Reserve Bank of Australia (RBA) yang mempertimbangkan penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun 2024. Selain itu, rilis Indeks Harga Konsumen Bulanan Australia yang lebih lunak pada hari Rabu mendukung perspek
Devamını oku Previous

EUR/USD Turun Tipis Mendekati 1,0820, Fokus pada Penjualan Ritel Jerman, PDB AS Tahunan

EUR/USD terus melemah selama tiga sesi berturut-turut pada hari Kamis, beringsut lebih rendah mendekati 1,0820 selama sesi Asia. Namun, Dolar AS (USD) menunjukkan momentum hangat menjelang data Produk Domestik Bruto (PDB) yang disetahunkan dari Amerika Serikat (AS) untuk kuartal keempat 2023. Selanjutnya, para pedagang kemungkinan akan mengamati Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk bulan Februari.
Devamını oku Next