USD/SGD Lanjutkan Penurunan, Dolar Singapura Menguat Terdorong Data Inflasi yang Meningkat

  • USD/SGD masih melanjutkan penurunan dan diperdagangkan melemah hari ini di sekitar 1,3449.
  • Tingkat inflasi (YoY) Singapura lebih tinggi di 3,4% daripada konsensus di 3,3% dan 2,9% pada bulan sebelumnya.
  • Pasar menunggu beberapa data AS hari ini dan Singapura besok untuk dorongan lebih lanjut.

USD/SGD melanjutkan penurunan kemarin ke 1,3449, setelah membentuk lower high di 1,3531. Penurunan pasangan mata uang ini telah menyentuh level support di 1,3447 (Fibonacci Retracement 78,68%) setelah mengikuti pelemahan Dolar AS. 

Kemarin, Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) telah merilis data inflasi Singapura. Menurut MAS dan MTI, tingkat inflasi yang lebih tinggi menunjukkan kenaikan inflasi akomodasi, selain kenaikan harga inti. Harga konsumen inti di Singapura meningkat 3,60% pada bulan Februari 2024 dibandingkan dengan 3,1% pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Indeks Harga Konsumen (IHK) (MoM) bulan Februari berada di 115,77 versus 114,57 (direvisi dari 114,6).

Tingkat inflasi bulanan meningkat ke 1,0% dari -0,7% sebelumnya dan tingkat inflasi (YoY) lebih tinggi di 3,4% daripada konsensus 3,3% dan 2,9% sebelumnya. Kementerian Perdagangan dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) memproyeksikan inflasi umum dan inti rata-rata sebesar 2,5% hingga 3,5% pada tahun 2024. Kenaikan ini disebabkan karena tingginya inflasi jasa dan makanan, yang sebagian mencerminkan dampak musiman yang terkait dengan Tahun Baru Imlek. Data-data ini telah membantu SGD menguat terhadap USD.

Peter Chia, ahli strategi valuta asing di United Overseas Bank melalui Blomberg menyatakan bahwa “Periode kinerja Dolar Singapura yang lebih baik mungkin akan berakhir karena kami memprakirakan MAS akan memulai normalisasi kebijakan moneter pada bulan April." Perubahan dalam pengaturan moneter dapat memberikan dampak yang lebih buruk bagi mata uang tersebut.

Saat ini, Dolar AS (USD) melemah setelah mengalami penguatan karena dorongan data-data AS yang optimis. Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kisaran pada 5,00%-5,25% seperti yang telah diantisipasi. Ekonomi AS yang terus tumbuh mungkin akan memaksa The Fed untuk mempertahankan suku bunganya lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. 

Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic pada hari Senin, memprakirakan ekonomi dan inflasi AS akan melambat secara bertahap dan mengantisipasi hanya satu kali penurunan suku bunga tahun ini. Selain itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bahwa bank sentral AS perlu melihat perkembangan inflasi dan mencapai keseimbangan mandat ganda The Fed

Pasar hari ini menunggu rilis beberapa data ekonomi AS, yang akan menampilkan Pesanan Barang Tahan Lama, Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board dan Indeks Manufaktur Richmond untuk mendapatkan petunjuk arah perdagangan selanjutnya. 

Sementara besok di Singapura, data berikutnya yang akan dirilis adalah Produksi Industri, Lelang Obligasi bertenor 5 tahun, Surat Utang MAS 4 minggu dan 12 minggu yang akan menggambarkan perkembangan ekonomi di negara tersebut.

Level-Level Teknis USD/SGD

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 1.3452
Perubahan harian hari ini -0.0007
Perubahan harian hari ini % -0.05
Pembukaan harian hari ini 1.3459
 
Tren
SMA 20 Harian 1.3399
SMA 50 Harian 1.342
SMA 100 Harian 1.3391
SMA 200 Harian 1.3467
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 1.3505
Terendah Harian Sebelumnya 1.3407
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 1.351
Terendah Mingguan Sebelumnya 1.3364
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 1.3526
Terendah Bulanan Sebelumnya 1.3349
Fibonacci Harian 38,2% 1.3444
Fibonacci Harian 61,8% 1.3467
Pivot Point Harian S1 1.3409
Pivot Point Harian S2 1.3359
Pivot Point Harian S3 1.3311
Pivot Point Harian R1 1.3507
Pivot Point Harian R2 1.3555
Pivot Point Harian R3 1.3605

 

 

USD/INR Pulih karena Dolar AS Melemah, Fokus pada Ketegangan Geopolitik

Rupee India (INR) memulihkan beberapa pelemahannya pada hari Selasa di tengah melemahnya Dolar AS (USD). Meskipun demikian, INR jatuh ke level terendah sepanjang masa di 83,48 pada hari Jumat karena mata uang-mata uang Asia melemah secara luas dan permintaan lokal USD yang agresif. Sementara itu, permintaan USD yang baru dan harga minyak yang lebih tinggi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur dapat menyeret INR lebih rendah dan membatasi kenaikan INR untuk saat ini.
了解更多 Previous

Harga Emas Berkonsolidasi dalam Kisaran di Sekitar Level $2.170, Potensi Bullish Tampaknya Masih Ada

Harga emas (XAU/USD) berjuang untuk memanfaatkan kenaikan moderat hari sebelumnya dan berosilasi dalam kisaran sempit di sekitar level $2.170 selama sesi Asia pada hari Selasa. Sementara itu, latar belakang fundamental memerlukan kehati-hatian sebelum menempatkan taruhan bearish yang agresif di sekitar logam mulia dan memposisikan perpanjangan penurunan tajam baru-baru ini dari puncak rekor di dekat area $ 2.223 yang disentuh pada hari Kamis lalu.
了解更多 Next