Penurunan USD/KRW Tertahan Fibonacci Retracement 61,8% di 1.309,61

  • USD/KRW memantul ke 1.311,22 setelah hampir menyentuh level Fibonacci retracement 61,8%.
  • Fokus secara global akan tertuju pada data penting IHK AS yang dapat memberikan arah perdagangan lebih lanjut.
  • RSI 14 hampir menyentuh wilayah jenuh jual, masih ada sedikit ruang untuk turun.

Pada perdagangan sesi Asia, USD/KRW bergerak di sekitar 1.311,22, menguat sebesar 0,14%. Won Korea Selatan (KRW) tertekan setelah Dolar AS (USD) menghentikan laju pelemahannya dan terkoreksi, dengan Indeks Dolar AS (DXY) sejauh ini berada di level 102,81. 

Badan Data Statistik Korea Selatan akan merilis data Tingkat Pengangguran pada hari Rabu pukul 13:00 WIB. Data ini diproyeksikan akan tetap stabil di 3%, lebih rendah dari Angka bulan Desember 2023 yang tercatat di 3,2% – angka tertinggi pada tahun lalu. Selanjutnya, pada hari Jumat, Bank of Korea (BoK) akan merilis data Ekspor dan Impor negara tersebut.

Salah satu sorotan utama mengenai tenaga kerja di Korea Selatan adalah kendala dalam perekrutan pekerja terlatih dan berkualitas tinggi untuk dipekerjakan di pabrik-pabrik baterai Amerika Serikat dan Eropa. Demi mengurangi dominasi Tiongkok dalam rantai pasokan global, beberapa pejabat pemerintah AS telah berupaya melakukan kerjasama dengan produsen Korea Selatan dan membahas pembangunan pabrik untuk pembuatan baterai mobil listrik. Samsung, salah satu produsen baterai Korea Selatan, menggandeng Stellantis NV dan General Motors Co untuk membangun pabrik baterai di AS.

Sementara fokus para pedagang secara global hari ini, akan tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Februari. Kuatnya angka laporan IHK, kemungkinan akan menyebabkan berkurangnya peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), sehingga berpotensi memperkuat Dolar AS (USD) dan mendorong pasangan USD/KRW. Menurut CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Juni berada di 55,2%, dan 40% pada bulan Juli.

Analisis USD/KRW: Penurunan Tertahan di Dekat Fibonacci Retracement 61,8%

Pada grafik harian, pasangan USD/KRW masih bergerak di 1.311,22, dekat level Fibonacci retracement 61,8% di 1.309,61. Penurunan beruntun USD/KRW selama empat hari telah terhenti, dan harga memantul dari level Fibonacci yang disebutkan. Bila ada dorongan lebih lanjut, pemantulan pasangan mata uang ini bisa berlanjut ke arah atas menuju level Fibonacci retracement 50% di 1.317,35, yang hampir berdempetan dengan resistance dinamis dari Simple moving average (SMA) 100 di 1.318,39. Penembusan di bawah level Fibonacci retracement 61,8%, bisa menyeret harga turun lebih jauh ke support horizontal di 1.303,78.

Pasangan mata uang ini bergerak di bawah SMA 50 dan 100, sementara Relative Strength Index (RSI) 14 hampir menyentuh wilayah jenuh jual (oversold), yang menunjukkan ada sedikit ruang untuk turun dan harga kemungkinan akan berkonsolidasi sebelum terkoreksi dan memantul ke arah atas.

Grafik Harian USD/KRW

 

Pratinjau Data IHK AS: Inflasi Umum Stabil di Bulan Februari akibat Kenaikan Harga Gas, Inflasi Inti Menurun

Data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang berdampak tinggi untuk bulan Februari akan dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) pada hari Selasa pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Data inflasi dapat mengubah harga pasar untuk pivot kebijakan Federal Reserve (The Fed), sehingga meningkatkan volatilitas di sekitar Dolar AS (USD).
আরও পড়ুন Previous

Harga Emas Menjauh dari Rekor Tertinggi di Tengah Beberapa Reposisi Menjelang IHK AS

Harga emas (XAU/USD) turun tipis selama sesi Asia pada hari Selasa, meskipun tidak ada tindak lanjut dan masih berada dalam jarak yang cukup jauh dari rekor puncak yang disentuh pekan lalu. Para pedagang memilih untuk absen dan melihat angka inflasi konsumen AS terbaru untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk tentang jalur penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebelum menempatkan taruhan terarah baru di sekitar logam kuning yang tidak menghasilkan. Sementara itu, meningkatnya penerimaan bahwa bank s
আরও পড়ুন Next