USD/IDR Berada di Sekitar 15.590, Rupiah Terus Menggerus USD

  • Rupiah mempertahankan penguatannya karena sentimen yang positif dan Dolar AS yang lemah.
  • The Fed memerlukan lebih banyak bukti untuk mendapatkan keyakinan lebih jauh terhadap penurunan inflasi sebelum memangkas suku bunganya.
  • Para penjual USD/IDR perlu menembus tepian bawah pola Segitiga agar dapat melanjutkan penurunan ke 15.380.

Rupiah terus melanjutkan penguatannya dari hari Rabu lalu, setelah sempat melemah sedikit ke 15.664. Dolar AS yang melemah membuat Rupiah mendapat dorongan lebih lanjut. Pada saat berita ini ditulis dan menjelang akhir pekan ini USD/IDR berada di kisaran 15.590.

Indeks USD melemah di sekitar 103,83 karena para pengambil kebijakan The Fed menegaskan kembali perlunya lebih banyak bukti untuk mendapatkan keyakinan lebih jauh terhadap penurunan inflasi yang berkelanjutan ke target mereka di 2%. 

Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengatakan pada hari Kamis bahwa tidak perlu terburu-buru untuk mulai memotong suku bunga, kemudian lebih lanjut menyatakan bahwa ia perlu melihat bukti lebih jauh bahwa inflasi mendingin sebelum ia bersedia untuk mendukung penurunan suku bunga. Sementara para ekonom di Commerzbank memprakirakan bahwa penurunan suku bunga The Fed akan lebih sedikit, dan mereka juga memprakirakan bahwa The Fed akan memulai penurunan suku bunganya di bulan Juni, sebesar 25 basis poin (bp).

Sementara itu Rupiah terus mendapatkan dorongan yang optimis dari kemungkinan pemilu satu putaran yang meredam ketidakpastian pada pemilihan presiden yang telah berlansung pada 14 Februari lalu. Kemudian Rupiah Bank Indonesia (BI) juga berusaha menjaga stabilitas perekonomian, stabiltas nilai tukar rupiah dan untuk memastikan agar inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada tahun 2024 dengan mempertahankan suku bunganya di 6%. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, penurunan suku bunga acuan bisa dilakukan pada semester 2 2024, namun jika inflasi terkendali dan Rupiah menguat.

USD/IDR Mendesak Tepian Bawah Pola Segitiga

Simple Moving Average (SMA) 50 melintas ke arah atas 100 periode dan Relative Strenght Index (RSI) 14 berada di bawah level 50, tepatnya saat ini di berada 47,57. Indikator-indikator teknis tersebut mengindikasikan bahwa tren yang berlaku pada USD/IDR sekarang adalah bearish.

Selain itu, pola segitiga asimetris yang terbentuk, pada grafik di bawah ini digambarkan dengan garis berwarna magenta, menunjukkan bahwa harga berusaha menguji dan menembus tepian bawah dari pola tersebut, dan berpeluang untuk mencapai wilayah di sekitar 15.380. Bila harga memantul dari tepian bawah pola tersebut, harga bisa menguji level resistance di 15.680, dan kemudian level resistance 15.730.

 

 

AUD/USD akan Mengakhiri 2024 di Sekitar 0,7200, Apresiasi Lebih Lanjut Sepanjang 2025 – NAB

Para ekonom di National Australia Bank masih memprakirakan AU/USD akan mengalami tren naik. Namun, mereka telah melampaui prakiraan Aussie mereka sebanyak seperempat.
Read more Previous

USD/JPY Turun Tajam dari 151,00 saat Dolar AS Mundur

USD/JPY menghadapi sell-off yang intens dari 150,80 di awal sesi New York Jumat ini. Aset ini berada di bawah tekanan karena Dolar AS mengalami koreksi vertikal, meskipun para pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed) berpendapat mempertahankan suku bunga di level saat ini.
Read more Next