WTI Melayang di Sekitar $75,00 di Tengah Harapan Pemangkasan OPEC+ Lebih Lanjut

  • Harga WTI membukukan kenaikan moderat di dekat $75,00 menjelang pertemuan OPEC+.
  • Para analis mengantisipasi OPEC+ untuk memperpanjang atau memperdalam pengurangan produksi hingga tahun depan.
  • IEA mengharapkan sedikit surplus dalam produksi minyak mentah pada tahun 2024, bahkan jika negara-negara OPEC+ memperpanjang pemangkasan hingga tahun depan.
  • Para pedagang minyak menunggu PDB AS, IMP Tiongkok, dan hasil pertemuan OPEC+.

Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $75,05 sejauh ini pada hari Selasa. Kenaikan harga WTI didukung oleh antisipasi bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) akan memperpanjang pemangkasan produksi minyak dalam pertemuan pada hari Kamis mendatang.

Mengingat penurunan harga minyak terakhir, para analis mengantisipasi OPEC+ untuk memperpanjang atau memperdalam pemangkasan produksi hingga tahun depan. Arab Saudi, eksportir minyak utama dunia, diharapkan akan memperpanjang pengurangan suplai minyak sebesar 1 juta barel per hari hingga tahun depan, sementara Rusia mungkin akan mempertimbangkan pengurangan suplai lebih lanjut dengan 300.000 barel per hari. Jika anggota OPEC+ memutuskan untuk memperdalam pengurangan produksi tahun depan, hal ini dapat membatasi penurunan harga WTI.

Selanjutnya, Tiongkok akan merilis data Indeks Manajer Pembelian (IMP) NBS pada hari Kamis. Data yang lebih baik dari ekspektasi dapat mengangkat harga WTI karena Tiongkok adalah produsen dan konsumen emas terbesar di dunia.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) mengharapkan sedikit surplus dalam produksi minyak mentah pada tahun 2024, bahkan jika negara-negara OPEC+ memperpanjang pemangkasan mereka hingga tahun depan. Selain itu, produksi yang kuat dari negara-negara non-OPEC seperti AS dapat berkontribusi pada tekanan harga.

Selanjutnya, para pedagang minyak akan fokus pada angka pertumbuhan AS pada hari Rabu. Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang disetahunkan untuk kuartal ketiga (Q3) diharapkan akan tumbuh 5% dari pembacaan sebelumnya sebesar 4,9%. Pada hari Kamis, inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS dan data IMP NBS Tiongkok akan dirilis. Hasil pertemuan OPEC+ akhir pekan ini akan diawasi secara ketat oleh para pedagang. Peristiwa-peristiwa ini dapat berdampak signifikan pada harga WTI dalam mata uang USD. Para pedagang minyak akan mengambil isyarat dari data tersebut dan mencari peluang perdagangan di sekitar harga WTI.

 

 

Pasar Asia Berhati-hati Jelang Data Penting, ASX 200 Australia Menguat pada Saham Real Estat dan Pertambangan

Saham-saham Asia menunjukkan gambaran yang beragam pada hari Selasa karena para pedagang mengambil sikap hati-hati menjelang pembacaan ekonomi penting
Read more Previous

Harga Emas India Hari Ini: Emas Mendapatkan Kembali Daya Tarik Naik, Menurut Data MCX

Hargaemas naik di India pada hari Selasa, menurut data dari Multi Commodity Exchange (MCX) India. Harga emas berada di 61.229 Rupee India (INR) per 1
Read more Next