Indonesia: Surplus Perdagangan Melebar di Bulan Oktober – UOB
Ekonom UOB Group Enrico Tanuwidjaja dan Ekonom Muda Agus Santoso mengomentari angka-angka neraca perdagangan terbaru di Indonesia.
Poin-poin Penting
Indonesia mencatat surplus perdagangan selama 42 bulan berturut-turut di tengah ekspor yang lebih tinggi dari prakiraan. Indonesia mencatat surplus perdagangan yang kuat sebesar USD3,5 miliar di bulan Oktober 2023, naik dari USD3,4 miliar di bulan September dan lebih tinggi dari ekspektasi konsensus sebesar USD3,4 miliar.
Ekspor minyak dan gas (migas) tumbuh 6,6% thn/thn, melanjutkan lintasan pertumbuhan positif dan ekspor non-migas (non-migas) terus menurun 11,4% thn/thn, lebih baik dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 17,7% thn/thn. Sementara itu, impor OG mengalami kontraksi sebesar 4,7% thn/thn, lebih besar dari kontraksi di bulan September yang sebesar 2,8% thn/thn atau terkontraksi 3,7% bln/bln. Impor non-OG juga mengalami kontraksi sebesar 1,9% thn/thn di bulan Oktober, lebih rendah dari kontraksi bulan sebelumnya sebesar 14,5% thn/thn karena impor yang lebih tinggi pada komponen barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku.
Secara keseluruhan, total impor komponen konsumsi dan bahan baku yang lebih tinggi mengindikasikan bahwa konsumsi rumah tangga dan aktivitas industri mulai membaik. Ditambah dengan moderasi impor barang modal seiring dengan percepatan investasi di 3Q23 dan commissioning beberapa smelter baru di 1Q24 diperkirakan akan mempertebal surplus perdagangan lebih lanjut.