AUD/NZD Melesat di Atas 1,0800 Setelah Kenaikan Suku Bunga RBA yang Mengejutkan Sebesar 25 Bp Menjadi 3,85%
- AUD/NZD telah melonjak ke 1,0830 karena RBA telah menaikkan suku bunga sebesar 25 bp untuk mengantisipasi kebijakan moneter yang netral.
- RBA menyebutkan bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut diperlukan untuk menjaga ekspektasi inflasi.
- Laju yang berkelanjutan dalam indeks biaya tenaga kerja NZ dapat memaksa RBNZ untuk tetap hawkish ke depan.
Pasangan AUD/NZD telah menyaksikan minat beli yang luar biasa setelah pengumuman mengejutkan kenaikan suku bunga 25 basis poin (bp) oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Kenaikan suku bunga sebesar 25 bp telah mendorong Official Cash Rate (OCR) menjadi 3,85%.
Dalam komentarnya, RBA menyatakan bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut diperlukan untuk menjaga ekspektasi inflasi dan bank sentral tetap berpegang pada agendanya untuk mencapai stabilitas harga.
Pasar mengantisipasi kelanjutan dari sikap kebijakan netral oleh Gubernur RBA Philip Lowe karena Indeks Harga Konsumen (IHK) Australia secara berturut-turut menurun selama tiga bulan terakhir. Dari level tertinggi sepanjang sejarah di 8,4%, inflasi bulanan Australia telah terpangkas menjadi 6,3% di bulan Maret. Dalam kebijakan moneter bulan April, para pembuat kebijakan RBA mengumumkan bahwa ekonomi Australia akan melambat lebih lanjut, yang akan sangat membebani tekanan inflasi.
Selanjutnya, investor akan mengalihkan fokus mereka pada data Neraca Perdagangan Australia (Maret), yang akan dirilis pada hari Kamis. Data Neraca Perdagangan bulanan terlihat menurun 12.750 juta dari rilis sebelumnya 13.870 juta. Data Neraca Perdagangan yang lebih lemah dari yang diantisipasi akan berdampak pada Dolar Australia.
Dari sisi Dolar Selandia Baru, data Ketenagakerjaan kuartal pertama akan sangat diperhatikan. Pasar mengantisipasi Perubahan Ketenagakerjaan yang stabil di 0,2%. Sementara Tingkat Pengangguran terlihat naik ke 3,5% dari rilis sebelumnya di 3,4%.
Selain itu, Indeks Biaya Tenaga Kerja kuartalan terlihat tidak berubah di 1,1%. Dan data pendapatan tahunan diharapkan akan meningkat menjadi 4,6% vs rilis sebelumnya 4,3%. Laju yang berkelanjutan dalam indeks biaya tenaga kerja dapat memaksa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) untuk tetap bersikap hawkish.