Kontrak Berjangka S&P 500 Turun dari Tertinggi Dua Bulan, Imbal Hasil Sentuh Terendah Bulanan

  • Sentimen pasar memburuk di tengah kekhawatiran baru terhadap geopolitik seputar Polandia.
  • Lonjakan angka Covid Tiongkok juga menantang selera risiko.
  • Data AS yang lebih lemah dan berbagai komentar beragam dari para pejabat Federal Reserve membuat imbal hasil tertekan.
  • Penjualan Ritel AS dan beberapa tajuk utama dari NATO, pertemuan G7 akan menjadi penting untuk dorongan baru.

Setelah menyaksikan sentimen risk-on pada hari sebelumnya, para pedagang mengalami sentimen yang suram pada Rabu pagi. Meskipun demikian, kekhawatiran terbaru pasar dapat dikaitkan dengan beberapa tajuk utama tentang dugaan serangan rudal Rusia di Polandia, serta data angka virus Korona di Tiongkok yang lebih tinggi.

Sementara menggambarkan suasana hati, Kontrak Berjangka S&P 500 berpisah dari kinerja optimis Wall Street meskipun kehilangan beberapa bobot pada akhir hari. Dengan demikian, pengukur utama ekuitas berjangka AS turun setengah persen menjadi 3.983 karena berbalik dari level tertinggi yang dicatat sejak awal September, yang disentuh pada hari Selasa.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS mempertahankan pelemahan hari sebelumnya di sekitar level terendah satu bulan sedangkan imbal hasil obligasi dua tahun juga mencetak tren turun selama tiga hari. Meskipun demikian, kedua imbal hasil obligasi pemerintah AS tertekan di sekitar 3,77% dan 4,33% pada saat berita ini ditulis.

Berbicara tentang Polandia, rudal buatan Rusia menewaskan dua orang di negara Eropa yang berbatasan dengan Ukraina dan memperkuat ketakutan geopolitik karena statusnya sebagai anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO). Bahkan jika militer Moskow menyangkal adanya upaya semacam itu, para Duta Besar NATO dan anggota Kelompok Tujuh Negara (G7) akan mengadakan pertemuan darurat dan meningkatkan kekhawatiran.

Di tempat lain, Tiongkok sedang mengalami masa sulit dalam hal virus Korona karena jumlah terbaru tampak mengkhawatirkan. Dengan itu, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (National Health Commission/NHC) melaporkan sekitar 17.772 kasus baru Covid pada hari Selasa, total tertinggi sejak April 2021. Perlu diperhatikan bahwa pusat manufaktur Guangzhou, sayangnya, menyumbang lebih dari seperempat penghitungan nasional.

Sebaliknya, data AS yang lebih lunak dan persetujuan para pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed) terhadap kekhawatiran kenaikan suku bunga sebesar 50bp pasar tampaknya menantang para pedagang yang pesimis. Pada hari Selasa, Indeks Harga Produsen (IHP) AS untuk bulan Oktober turun ke 8,0% YoY versus prakiraan pasar sebesar 8,3% dan revisi turun sebelumnya sebesar 8,4%.

Selanjutnya, masalah geopolitik dan Covid dapat menantang aset-aset yang lebih berisiko menjelang Penjualan Ritel AS untuk bulan Oktober, diprakirakan 1,0% versus 0,0% sebelumnya.

Penetapan Kurs Tengah USDCNY: 7,0363 versus Penetapan Sebelumnya di 7,0421

Dalam perdagangan terakhir hari ini, People's Bank of China (PBOC) menetapkan yuan (CNY) pada 7,0363 versus penetapan sebelumnya di 7,0421 dan penutup
Devamını oku Previous

Indeks Harga Rumah Cina Oktober Tenggelam Dari Sebelumnya -1.5% Ke -1.6%

Indeks Harga Rumah Cina Oktober Tenggelam Dari Sebelumnya -1.5% Ke -1.6%
Devamını oku Next